Warungnya kukut…

June 30th, 2008 by newlife

Berhubung friendster sudah diblok dari kantor…

Berhubung hasrat cetak cetik keyboard laptop untuk mencurahkan isi hati tetap membumbung tinggi…

Berhubung ada provider lain yang masih layak tayang menurut mas-mas IT di kantor…

Jadi, dengan ini memutuskan warung saya di Friendster kukut (tutup, red) dan boyongan ke www.wanitamenarik.blogspot.com

Silakan ditengok…

Miss u….

October 10th, 2007 by newlife

TKP : Hotel Aryaduta, Makassar, di suatu malem, di kala gundah gulana mendadak menerpa tanpa sampurasun, kulonuwun, atau anybody home sama sekali.

“Miss u….”

Options >> Send to many >> Ken Arok, Kabayan,Trunojoyo, Joko Tingkir, Si Pitung

A couple of seconds after…

Bip bip bip, Ken Arok replies “Miss u even more. Ya toh?!”

Bip bip bip, Kabayan replies “Hmmmm…..”

Bip bip bip, Trunojoyo replies “Waaaa….kakean mangan pete Toraja ki mesthi…”

Bip bip bip, Joko Tingkir replies ”Kowe neng ndi to, mbakyu? Kok tumben sms kangen2 barang.”

Bip bip bip, Si Pitung replies ”Eh, ngapain sih loe? Baek-baek aja kan? Aneh-aneh aja loe tuh sms kayak begituan. Obat loe masih ada kan? He3…”

Hitam…..

September 17th, 2007 by newlife

Kata orang warna hitam selalu mudah dipadupadankan dengan warna apa saja. Tapi ternyata statement ini tidak begitu saja dengan gampang dapat digeneralisir untuk semua hal. Emang bener sih….kalo di dunia fashion, segala apapun yang item, entah celana, rok, kemeja, blazer, tank top, gaun pesta, dll adalah must have item. Why? Ya itu tadi…karena hitam adalah warna yang paling gampang di-matching-in dengan warna laen. And of course, black is ever lasting color.

Akan thethathi….Halah….Akan tetapi maksudnya….Mengingat gw dapat dikategorikan sebagai manusia berkulit hitam, ternyata tidak semua warna baju matching ama kulit gw. Sebenernya sih sampai detik ini gw masih bertanya-tanya, kenapa sih orang-orang menganggap gw berkulit hitam. Padahal kan sawo mateng… Ya rada kematengan dikit sih. Cuma bukannya makin mateng makin cihuy. Waaaakkkk???!!!

Ok, back to kulit eksotis gw (hitam, red-). Pernah suatu kali gw jalan-jalan sama temen gw di salah satu mall terkemuka di kota metropolitan ini, trus ada kaos kuning yang lucu banget. Maksud gw bukan warnanya yang lucu, tapi gambarnya… Eh, dia bilang, "Ber, jangan beli kaos itu deh. Daripada ntar diteriakin orang ‘Kamerun! Kamerun!". Kampret…..

Hmmm…dunia memang tidak adil. Kenapa kalo orang kulit putih atau kuning bisa dengan gampang milih baju warna apa aja. Mo item kek, pink kek, biru muda, ungu, coklat, bahkan oranye mencolok pun kayaknya passs….aja gitu di kulit mereka. Sementara gw, paling banter warna cerah yang bisa gw pake adalah kuning kunyit yang menyamarkan warna kulit gw yang sekali lagi gw garis bawahi ’sawo matang nan eksotis’.

Eh, tapi bukannya dunia yang tidak adil itu yang bikin hidup jadi lebih berwarna. Kalo dunia adil neh bagi semua orang, mungkin gak akan pernah ada tuh istilah ‘bersyukur’ atau ‘empati’. Fiuh….ternyata di balik semua kesulitan dunia selalu saja ada titik cerah menuju kebahagiaan dan pendewasaan diri. Aje gile ya akhir tulisan gw kali ini. Yuk mareeee……

Setiap Rumah Memiliki Cerita

July 23rd, 2007 by newlife

Yap, Anda benar. Judul blog saya kali ini mencuplik dari tag line iklan produk semen yang sudah kondang dari jaman baheula. Pertama kali saya melihatnya, saya langsung cinta pada iklan itu. Damn….you’re the greatest creative team whom I never know. Tag line yang dipilih mengena betul di saya yang saat ini sedang dalam proses kepindahan dari rumah lama ke rumah baru.

Hari Rabu malem itu adek saya sms, menanyakan apakah buku-buku kuliah saya masih akan disimpan atau akan diloakkan saja. Alasannya malem itu barang-barang sudah mulai mau diangkut ke rumah baru. Saya terhenyak…. Ha?? Secepat itukah kami musti pindah rumah? Padahal saya berharap bahwa saya masih bisa pulang ke rumah lama akhir Juli ini ketika saya mau ke Jogja. Ternyata tidak….. LLL

Rumah saya yang lama berada di kawasan Gejayan, Jogja. Kawasan yang sangat strategis karena berada di antara kampus-kampus yang makin lama makin menjamur di Kota Pelajar itu. Kawasan yang kian hari kian ramai seiring dengan dibangunnya warung Mie Ayam 73, restoran Dixie, makin boomingnya bisnis kedai kopi di sepanjang Selokan Mataram, dan kepindahan warung Beverly Hills di dekatnya. Kuburan yang ada di dekatnya ternyata tidak menyurutkan niat para wirausahawan untuk mendirikan usaha di daerah itu.

Tapi……bukan itu yang membuat saya sadar betapa saya mencintai rumah itu. Betapa ternyata berat buat saya untuk meninggalkannya. Rumah yang tidak megah tapi dengan berjuta kenangan yang tidak akan lekang ditelan waktu. Setiap sudutnya menjadi saksi atas perjalanan hidup saya, bapak, ibu, mbak Celi, dan dik Sidha. Rumah yang jadi terminal tempat saya pergi beraktivitas sehari-hari dan akhirnya kembali sejak pertama kali saya melihat dunia sampai akhirnya selesai kuliah. Rumah tempat tujuan utama saya ketika saya pulang (benar-benar pulang) dari lelahnya bekerja di kota metropolitan selama 4 tahun terakhir ini. Rumah dengan pagar coklatnya yang tidak terlalu tinggi sehingga tidak menyulitkan saya untuk melompatinya ketika pulang kemaleman dan lupa membawa kunci pagar. Garasi motornya tempat saya dulu sering mencuci motor dan nambah air accu motor sembari ngobrol sama mas-mas yang ngekos di rumah. Bekas gudang yang sekarang jadi kamar-kamar kos tempat saya dulu suka menyendiri kalo lagi ngambek semasa kecil. Kamar dan tempat tidur saya tempat saya sesenggukan malem-malem kalau sedang dilanda kebetean. Taman-taman kecilnya tempat saya dulu menguburkan anak-anak anjing yang mati tak berapa lama setelah ditinggal mati ibunya yang dipotas orang. Dapurnya tempat saya suka ngebantuin ibu nguleg sambel demi memuaskan keinginan kami berdua makan yang pedes-pedes. Ruang makan tempat saya suka jejingklakan dan teriak-teriak nyanyi sambil dengerin Geronimo FM kalo pagi. Sudut ruang makan yang dulu sering banjir kalau hujan deras melanda karena eternitnya rusak. Kamar mandinya tempat saya suka menghabiskan berjam-jam mandi (tetep sambil nyanyi-nyanyi) di dalamnya. Sudut depan rumah tempat maling dulu pernah sembunyi karena takut dihajar massa. Gerbang tengahnya tempat ibu saya dulu pernah kepleset dan akhirnya gak bisa naek vespa Piagio hijau kesayangannya lagi karena tangan kirinya patah. Kamar saya dengan tembok yang dulu pernah sedikit ambrol gara-gara gempa Jogja 27 Mei 2006. Ruangan tempat saya dulu mengurung diri kalo moodnya sedang bagus untuk ngerjain skripsi. Ruang keluarga tempat almarhum mbah kakung dan almarhum om saya dulu suka dateng dan klekaran tidur di lantai. Rumah kecil lengkap dengan pohon mangga manalagi, alpukat, rambutan, sirsak, srikaya, belimbing, bermacam-macam anggrek peliharaan ibu saya, suplir, kuping gajah, kembang terompet, pohon mirip pohon sakura, dan lain-lain. Rumah bercat hijau dengan jendela-jendela besar yang membuat adek-adek sepupu saya yang masih kecil-kecil itu makin hobby melompatinya dan tidak akan berhenti sebelum budhenya (ibu saya) memarahi mereka. Rumah tempat acara-acara besar keluarga pernah diadakan. Syukuran khitanan dik Sidha dan nikahan mbak Celi.

Sekarang…..alamat rumah saya sudah tidak lagi Jl. Gejayan, Santren, Gg. Anggrek CT X/1 Jogjakarta 55281. No telpon rumah saya sudah tidak lagi (0274) 561537. Semuanya sudah berubah….Rumah saya sekarang di Griya Arga Permai, Jl. Sindoro No. 26 Jogjakarta. Maaf….saya gak apal nomor telponnya.

Selamat tinggal rumah tersayang. Trimakasih sudah pernah menjadi bagian dalam kehidupanku sebagai seorang manusia. Trimakasih sudah memberikan arti yang luar biasa buat aku untuk memaknai bahwa rumah bukan hanya sebuah house tetapi sebuah home. Trimakasih atas berjuta kenangan yang langsung atau tidak langsung membantuku mendewasakan diri dan pikiranku. Jangan menangis…..masih akan ada lonceng dari kapel kecil itu setiap jam 6 pagi, jam 12 siang, dan jam 6 sore yang akan menemanimu. Masih akan ada mas Eko, mbak Titik, Indra dan adeknya yang akan mengawasimu dari rumah mereka setiap hari. Masih akan ada tukang bakso, tukang bubur ayam, tukang nasi goreng yang akan menyapamu setiap saat. Semoga suatu saat nanti akan hadir penghuni baru dengan keceriaan baru yang akan mewarnai kehidupanmu selanjutnya.

Rumah baruku….. Akhirnya kamu menyata dalam kehidupanku. Mimpi besar yang aku pikir masih butuh sekian tahun lagi terwujud ternyata sudah ada di hadapanku. Maaf aku tak mampu berjanji merawatmu sepanjang hari. Tapi aku berjanji menghadirkan orang-orang yang akan menyayangimu setiap waktu. Please….lindungi dan sayangi mereka dan bersama kita ciptakan kenangan-kenangan baru.

Jikalau kamu memberi dengan tangan kanan, jangan sampai tangan kirimu tahu…

July 2nd, 2007 by newlife

Judul itu sebenernya gw ambil dari Alkitab. Gak 100% kayak gitu sih kata-katanya, yach….tapi mirip-mirip gitulah. Ya maap, secara gw bukan orang yang terlalu religius, jadinya gak apal mati kata-kata di Alkitab.

Ok,forget about the title. Pada prinsipnya gw cuma mo bilang, kalo lo mo ngebantu orang laen, gak perlu kan koar-koar ke seluruh jagad kalo lo tuh ngebantuin orang laen, apalagi nyebutin besarnya bantuan yang lo kasih. Pling des, hare gene…masih nyombong dengan cara yang kuno bin jadul gitu?? Sebenernya cara itu masih bisa ditrima sih, daripada orang yang cuma crita atau kasih comment ‘kasian’ doang atas musibah yang menimpa orang laen, udah gitu gak ada actionnya babar blas. NATO…. No Action Talk Only. Ada juga neh tipe yang laen, hobby banget ajak-ajak orang laen untuk ikutan kegiatan sosial (misalnya donor darah, nyumbang baju bekas/duit buat korban banjir, gempa, angin puting beliung), tapi begitu gak dapet respon dari orang-orang yang diajakin, dianya sendiri juga mundur tanpa merealisasikan apa yang digembar gemborin. Hayyyaaaa….nggak banget deh. Emang bener kata orang, niat tanpa perbuatan itu gak ada artinya sama sekali.

My jazzy day….

June 28th, 2007 by newlife

Sebenernya hari ini lagi gak gitu mood untuk cerita hal-hal yang beraura positif. Secara I feel so blue today. Don’t know why….. Ngeliat orang-orang pada ha ha hi hi di kantor, kok kayaknya males banget gabung. Lagi pengen autis…. Berkutat di dunia yang gw ciptakan sendiri. But anyway….forget about the mood. Gw gak mau diperbudak oleh yang namanya mood. Nah…lewat tulisan inilah satu-satunya cara yang terlintas di otak gw saat ini untuk recover my mood.

Adakah waktu yang tak berbatas…

Untukku merasa bahagia…

Saat-saat aku jatuh cinta…

Saat ku terbang jauh ke sana…..

Selalu denganmu…

Kasihku slamanya…

Selalu denganmu…

Cintaku bersama…..

Kaulah matahari dalam hidupku….

Dan kaulah cahaya bulan di malamku…

Hadirmu slalu akan kutunggu…

Cintamu slalu akan kurindu….

Selalu denganmu….

Kasihku slamanya…

Selalu denganmu….

Cintaku bersama….

Taukah diriku tak sanggup hidup bila kau jauh dariku….

Kuingin di pelukmu slalu…

O Tuhan tetapkan rasa cintaku ini hanya untukmu…

Slalu setia slama-lamanya….

Hoooo……

(by Tompi, judulnya gw lupa. Punten, ya, Kang Tom….JJJ)

Senin malem kemaren diajakin Rita ke MU Cafe, Sarinah buat nonton Maliq d’Essential (bener gak nulisnya?) & of course Tompi. Tadinya gak gitu kepengen, yach…maklum itu kan hari Senin & besoknya musti kerja. Badan rasanya capek banget. Tapi thanks God ternyata gw ditunjukkan jalan yang tepat. Bertiga (gw, Rita, Sondang) brangkat rame-rame dari kantor. And you know what? Amazing….. Udah lama banget kan gw gak nonton konser atau yang mirip-mirip kayak gitu & ternyata malem itu seru abeezzz. Gak rugi deh udah nungguin sekian jam demi nonton Maliq & Tompi. Meskipun si Angga (vokalisnya Maliq) gayanya agak-agak weird gitu, tapi lama-lama asik juga, lho. Apalgi performancenya Maliq itu ok banget, ada koreografinya gitu. Eiiiittt…tapi jangan mikir kalo gaya narinya yang mirip Ari Tulang atawa Denny Malik gitu. Jauh beda bow… Yang paling gw suka adalah gaya slomotionnya, pokoknya siapa yang disenggol musti langsung nari secara slomotion. Uhuy!!!!

Tompi juga gak keleh keyen….. Kebanyakan sih dia nyanyi pake improvisasi gitu. Baik syair lagunya maupun nada-nadanya. Agak susah ngikutinnya coz gak gitu familiar di kuping tapi tetep fun coz syairnya konyol-konyol gitu deh. Beberapa ngeledekin Steny Agustaf & Panji (penyiar Hardrock FM) yang jadi MC malem itu. Paling suka pas dia nyanyi Balonku. Hi…hi…hi…suaranya kayak kejepit pintu.

Malem itu acaranya klar jam 12 malem. Untung gw udah terbiasa pulang sendirian malem-malem gitu, lagian kosan gw juga gak gitu jauh, cuma sepelemparan batu (maksudnya yang ngelempar itu raksasa, he….he…he…). Fiuhhhh…..I was so happy. Puas banget habis jejeritan, melepaskan energi negatif dalam bentuk yang positif. Yach….daripada ke Dufan, energi negatif terlepas tapi diganti dengan kepala puyeng plus perut mual-mual. So everbody, let’s dance together!!! Lhoh??!!!

Blitz Megaplex

May 14th, 2007 by newlife

Semalem gw nonton Paris je t’aime sama Andot, Fenti, and Ime di Blitz Megaplex. Hmmm….ternyata bener kata orang. Bioskop yang satu itu ok punya, terutama ruang tunggunya. Kenapa menarik????

Ruang tunggunya berupa sofa panjang yang dilengkapi dengan bantal-bantal kecil. Jadi kalo kejadian kayak gw kemaren, yang mana beli tiket jam 20.00 tapi pilmnya baru maen jam 21.45, gw ama temen-temen gw bisa kleleran dulu di sofanya. Agak udik sih memang, apalagi ditambah dengan kostum kami yang seadanya (celana pendek, kaos belel, dan sendal jepit), tapi at least kita gak bete nungguin sampai waktunya tiba. Apalagi di situ kan belom ada toko-toko buka, jadi ya bener-bener mati gaya deh kalo Cuma bengong kayak sapi ompong. Thanks God to anybody yang punya ide menyediakan ruang tunggu yang excellent kayak gitu.

Nah….ada yang tau ndak apa dampak negatif dengan adanya ruang tunggu yang super duper nyaman itu? Orang banyak yang ketinggalan HP-nya, alhasil raib deh entah diembat sama siapa. Salah satu orang yang kehilangan HP adalah orang yang duduk sebelum gw duduk di sofa ruang tunggu itu. Pas gw mau meletakkan pantat gw yang bohay di sofa nan empuk itu, eiiitttt…mata gw tertumbuk pada benda kecil yang ternyata tiada lain tiada bukan adalah handphone, seri khusus untuk Fren (weeeiit…..dilarang nyebut merk, ya? Ah sudahlah….telanjur…). Si Andot nyuruh gw untuk ngasihin tuh HP ke satpam, tapi gwnya ogah. Jarang-jarang kan gw bisa bertindak layaknya seorang pahlawan pembela kebenaran dan keadilan buat orang sengsara kayak si empunya HP. Lagian gw juga agak gak percaya ama tuh satpam. Bisa aja kan pas gw kasiin trus diembat ama dia sendiri? Waaa….maap yak, Pak Satpam kalo kesannya saya berburuk sangka sama Bapak. Punten….

And then, gw mencoba untuk nelpon orang-orang yang ada di call register tuh HP. Gw telpon beberapa orang. Orang pertama gak ngangkat, orang kedua juga, orang ketiga ternyata gak bisa dengerin suara gw dengan jelas. Alhasil Cuma berhalo hola-lah gw dengan orang ketiga itu, tanpa hasil yang cukup materiil.

Pas gw mo coba nelpon orang keempat, alhamdulilah yang punya HP nongol. Hhhhmmm….case closed, HP kembali kepada yang berwenang. Beruntunglah dia karena gw yang nemuin HPnya. Coba yang nemuin orang laen, belum tentu tuh HP bisa kembali ke haribaan dengan sehat walafiat tak kurang suatu apa. Betul??!!

Tidak lebih dari 15 menit sejak kejadian itu, ada mas-mas pake baju biru (gile bener….gw ampe masih inget bajunya), nanya ke satpam yang jaga di deket ruang tunggu itu. Dari gerak geriknya yang ngobrol sambil nunjuk-nunjuk sofa dan megang-megang saku celananya, bisa dipastikan si mas itu kehilangan HP juga. Walah….bener-bener deh, ternyata nikmat membawa sengsara.

Ok, balik lagi ke comment gw tentang Blitch. Sori dori mori neh sama yang punya Blitz, gw gak terlalu suka nonton di sana. Menurut gw layarnya terlalu gedhe (even gw udah duduk di bagian blakang, mata gw masih berasa jereng gara-gara layarnya yang lebar bener). Trus sound systemnya ampun deh…..kuuuueeennnnccceeennnggg abeezzz, ampe budeg kuping gw. Untung waktu itu bukan nonton film tembak-tembakan, atau perang kolosal, atau film berbau super hero yang bisa dipastikan 100% akan bisa membawa dampak buruk buat gendang telinga gw. Bisa-bisa rumah siput di telinga gw error deh kalo dipaksa buat dengerin yang kayak gituan. Hmmmm….trus lagi kursinya terlalu tegak menurut gw. Akibatnya nonton pilmnya jadi gak berasa terlalu nyaman, punggung jadi kaku. Selain itu sulit buat gw untuk bisa ketiduran, seperti yang biasa gw lakukan pas nonton film. Hi….hi….hi….

Sekali lagi, punten ya buat mas-mas dan mbak-mbak yang memuja abis Blitz Megaplex coz gw gak bisa jadi bagian dari komunitas lo pada. Yach mungkin juga karena dari orok kan gw udah terbiasa hidup tidak terlalu mewah, jadi badan gw lebih comfort untuk nonton di bioskop-bioskp yang murmer aja. Kekekekekekek….

Orange

February 21st, 2007 by newlife

Hhhhmmmmm……

Today is so orange for me… No…no…no…. Bukan karena gw pake baju orange, atau sepatu orange, atau underwear orange (uuuupppssss….). Bukan juga karena mata gw jadi orange. Waaakkkkk??!!! Kalo mata orang jadi ijo itu mah semua orang juga tau artinya. Tapi kalo orange? Weleh…weleh…gw masih tetep belom nemuin artinya. Musti buka wikipedia dulu kali ye (ini critanya euphoria abis nemuin yang selama ini dicari di wikipedia).

Ok…kembali ke lap…top…

Kenapa hari ini tampak begitu orange?

Jawabannya tiada lain tiada bukan karena hari ini gw minum 2 gelas besar juice wortel yang diramu menggunakan juicer berteknologi andal oleh seorang Office Girl (OG). Crita lengkapnya begini:

Makin lama gw makin ngrasa kalo kemampuan mata gw semakin menurun. Buat ngeliat jarak 50 meter aja gak keliatan. Mending kalo itu dalam kondisi kacamata gw gak nemplok di tempatnya. Tapi ini kacamata berukuran -3.00 (kiri) dan -0.25 (kanan) udah bertengger di batang hidung, tetep aja gw gak bisa ngeliat dengan jelas. Terakhir mriksain mata 20 Maret 2005 yang lalu. Ampun….hampir 2 tahun ternyata. Waktu itu diketahui bahwasanya mata gw -4.00 (kiri) dan -0.25 (kanan). Cuma ya karena kalo gw dipakein kacamata segitu, bisa gak balance mata gw and dampak buruknya mata jadi jereng, jadilah diputuskan untuk menurunkan ukuran minus kacamatanya. Fyi neh, perbedaan maksimal mata kiri dan mata kanan menurut dokter mata yang pernah gw temui adalah -2.00. Apa ya jadinya kalo ada orang yang -13.00 (kiri) dan -5.00 (kanan). Believe it or not, orang itu ada! Gw ketemu pas priksa mata pertama kalinya. Waktu itu gw SMA kelas 3 dan itu anak kalo gak salah masih SMP. Kasian ya…. LL

Nah…sehubungan dengan itu semua, dunia gw mendadak berubah menjadi cerah ketika di suatu pagi yang indah seorang OG menghampiriku dan menawarkan juice. Gw tanya, ”Ada juice wortel gak, Mbak?” Dia bilang, ”Ada. Tapi gak tiap hari suami saya bikin, Mbak. Lagian kalopun bikin harganya mahal karena butuh wortel banyak untuk dimasukkin ke juicer. Jadinya bisa 2 gelas, Mbak.”

Wuduih….langsung aja deh gw bilang ke si Mbak, pokoknya kalo suaminya lagi bikin juice orange, aku beli deh, Mbak!!

Dan hari ini, trala….juice itu ada di meja gw persis pas gw balik abis makan siang. Ampun…ternyata bener. Banyak banget! Ampe kembung perut gw. Untung aja tadi makannya gak gitu banyak, jadi perut gw masih muat nampung itu juice.

Prens…doain ya mata gw mmm….ok lah memang kalo untuk jadi normal sepertinya impossible, kecuali pake operasi lasik. Tapi setidaknya gak nambah lagi minusnya lah… Apalagi kerja pake laptop yang kata orang radiasinya gede, semoga tidak memperburuk kemampuan mata gw. Atau menurut lo,gw perlu melet suami OG itu biar mau bikinin juice wortel gw tiap hari??

Kwang….kwang…. di hari Rabu Abu ini kenapa otak gw tidak menunjukkan kemajuan yang berarti ya dalam hal menjadi lebih bijak, terarah, dan gak pecicilan? Heran….

Aku Gendut Lageeee

December 13th, 2006 by newlife

Hayaa…kayak dari dulu kagak gendut aja ya gw. He…he…he… Tapi gak tau deh, Cuma akhir-akhir ini ngrasa kalo berat badanku makin hari makin bertambah. Tas pinggangnya makin tebel aja, bo’!

Sebenernya aku gak terlalu terobsesi punya badan selangsing VJ Riyanti atau seseksi J.Co eh J. Lo. Cuma aku selalu ngerasa nafas jadi pendek kalo badan gendutan. Kalo jalan kaki agak jauhan dikit aja udah ngos-ngosan kayak abis ngejar maling. Gak enaklah pokoknya. That’s why aku selalu berusaha menjaga berat badan. Yach…walopun kadang gak berhasil menahan godaan cemilan berkalori tinggi. Hi…hi…hi…

Minggu ini aku lagi diajakin mriksa sebuah Bank di bilangan Kuningan. Biasanya sih kalo mriksa Bank dapet suguhan kue-kue yang ya ampun…menggoda selera sekalskeee… Cuma untung kali ini Banknya agak pelit so gak kasih kue. He…he…he… Tapi berhubung temenku satu tim ibu-ibu yang entah kenapa daya tampung dan kemampuan lambungnya naudzubilah ampuhnya, alhasil ketularan juga deh nyemil ini itu. Bayangin aja, pagi-pagi neh dateng ke Bank beli burger Wendy’s dulu. Abis itu ntar makan siang ya makan dengan porsi yang wajar, gak dikurangin sama sekali. Dahsyat …

Minggu kemaren aku habis ada acara outbound di Lido barengan orang-orang kantor. Lumayanlah buat jadi ajang olahraga walopun sampe sekarang badan masih berasa pegel-pegel tak menentu. Sebenernya mungkin bukan outboundnya yang jadi penyebab rontoknya neh badan, tapi gara-gara gw semangat 45 joget dangdut kali yak malem-malem itu. Buset…gak tau malu bener. Besok Sabtu ada acara Natalan di kantor. Makan lagee… Hari Minggu musti lari-lari deh neh ke Monas biar lemaknya agak menyusut dikit. Ayu, temenin gw lagi buat lari-lari ya. He…he…he… Jangan kapok gara-gara kemaren musti jagain aku yang abis lari satu putaran aja udah langsung pucat, berasa dunia hanya berwarna hitam dan putih and akhirnya tiduran di pinggir lintasan lari. Kqkqkqkqkq…Malu…Badan sebongsor ini kok kalah lari sama Ayu yang badannya lebih kecil dari aku.

Ngomong-ngomong masalah kegendutan, semua wanita aku pikir pasti mempunyai permasalahan yang sama. Bahkan mungkin wanita berbobot less than 49 kg dengan tinggi badan seaku memproklamirkan dirinya bertubuh gendut. Walah…kalo dia aja gendut, nah aku apa dong? Tambun?? Uhm…mungkin nggak lah ya…tapi kalo gempal itu aku lebih setuju karena gempal lebih berkonotasi montok dan montok itu berkorelasi erat dengan seksi. Eittt…jangan pada protes ya coz semua statement di atas adalah MENURUTKU.

Kapan????

November 7th, 2006 by newlife

Mungkin semua orang di dunia ini (mmm…ralat…di bumi Indonesia ini lebih tepatnya), akan selalu dihadapkan pada pertanyaan yang diawali dengan kata tanya "KAPAN". Pertanyaan ajaib yang mampu bikin perut mules bin bete sepanjang hari itu diawali dari:

1. Kalo kita kuliah udah sampai semester tujuh/delapan, pertanyaan yang muncul adalah, "Kapan skripsinya?"

2. Kalo kita udah mulai ngerjain skripsi neh, pertanyaan lanjutan yang menerpa adalah, "Kapan pendadaran/sidangnya?"

3. Udah klar neh pendadaran/sidang, belum juga baju putih item (seragam kebesaran orang pendadaran/sidang) ditanggalkan & belum sempat klar menata hati yang jedag jedug (persis kayak kalo naek angkot jaman di Alor dulu coz alamak…sopir angkotnya kagak pernah bisa pasang musik yang rada kecilan dikit), the next question is, "Trus kapan neh mulai kerja? Kan udah jadi sarjana…" Haduh…emang cari kerjaan semudah

4. Akhirnya datang juga tawaran kerja itu dan trala…status sudah berubah menjadi seorang karyawan perusahaan X di kota Y (buset dah…X & Y selalu mengingatkanku pada noktah-noktah matematika yang membuatku rindu. Halah…). Eit….jangan seneng dulu. Pasti ntar ada deh pertanyaan, " Kamu kan udah bisa cari duit sendiri neh, udah mapan, trus kapan nikahnya?". Tieng…tieng…

5. Udah kawin neh critanya…eh…nikah maksudku, pertanyaan kapan pasti belom berhenti. "Kapan neh punya anaknya? Udah married kok punya anak pake ditunda-tunda. Banyak anak banyak rejeki, lho." Busye…padahal bukannya nunda kali ye….emang belom dikasih sama Yang Di Atas mo bagemane? Mmm…tipe jawaban selebritis yang udah married lama tapi belom punya anak banget yak. Contohnya Maudi Koesnaedi, Rieke Diah Pitaloka, dll.

6. Udah kawin, punya anak rada enak neh. Ada jeda sekian puluh tahun untuk tidak dihantui pertanyaan kapan. Tapi jangan salah, pertanyaan selanjutnya adalah, "Kapan neh, Pak, Bu mantunya?" Wuduih…kalo anaknya yang notabene subyek yang mo kawin aja belom mau, gimana dunk? Atau mungkin si anak belom punya pacar bagaimana? Repot to….

7. Anak udah kawin, pasti nanti ditanyain, "Kapan punya cucu neh, Pak, Bu?" Dhieng…..gubrak!!

Alhamdulilah selesai sudah penderitaan dengan rentetan pertanyaan kapan itu. Untung kagak ada tahap 8 pas orang itu ditanyain, "Bapak, Ibu kan udah tua, kapan neh siap menghadap Yang Kuasa?" Wooo…kalo sampai ada orang yang brani nanya itu, jangan salahkan aku jikalau yang ditanya bakalan nimpuk dengan suksesnya. He…he…he…